Walaupun Indonesia terkaya di dunia, tetapi selama sains tiada merdeka, seperti politik negaranya, maka kekayaan Indonesia tidak akan menjadikan penduduk Indonesia senang, melainkan semata-mata akan menyusahkannya, .... (Madilog, Tan Malaka)
21 April 2009
Malam "Towong" Hajatan Negeri...
Saya jujur bukan orang yang tertarik dengan Pemilu, bahkan kalo boleh dibilang "apatis", cuma saya juga tak pernah benar2 menutup mata. jadi entah unek2 ini akan dibaca orang atoe ga...sekedar tulisan sambil nunggu macet.
Beberapa hari lalu saya ikut diskusi dengan narasumber dari satu NGO pengamat korupsi paling top di negeri ini, dan EO-nya adalahi salah satu organnya UN, diskusi itu bertema "Corruption and Ellection". dua hal yang mau ga mau akan selalu saling terkait.
Korupsi, hal "najis" yang semua orang waras pasti bilang "jijik", meskipun barangkali kita, atau tepatnya saya, seringkali menyentuh "barang najis" itu, dalam level sekecil apapun.
Pemilihan Umum, nah ini dia yang seringkali menjadi jembatan bagi terwujudnya perbuatan najis korupsi tadi...saya liat bagai apa yang banyak orang bilang, lingkaran setan, biadab!!!!
Saat pemilu ini, terciptanya pijakan awal bagi rangkaian korupsi tadi, donasi2 yang diberikan bagi peserta Pemilu, baik Partai maupun kandidat legislatif, menjadi semacam down payment yang akan ditukar dengan lembaran2 "konsesi", "kontrak", "proyek" dan berbagai macam "imbalan" lain, tentunya yang akan didapat donatur saat partai/caleg yang disumbangya terpilih.
Saya memang belum bisa membuktikan hal itu benar2 terjadi (atau barangkali ada yang bisa bantu saya??), tapi itulah yang saya tangkap sejak saya "ngeh" dengan yang namanya berita dan peristiwa.
Donasi2 (tendensius) seperti tadi yang akan membuat birokrasi cenderung mudah dipolitisasi....bah!!!!
tentunya muasalnya dari konsesi dkk yang dijanjjikan tadi.
Kalo inget2 pelajaran sejarah dulu (kalo ga keliru), dalam teori tentang pembentukan negara dikenal adanya "du contract social", dimana masyarakat saling mengikatkan dirinya dalam perjanjian untuk mewujudkan cita2 bersama....
ga tau nyambung ga, tapi di negeri tercinta ini, politisi dan orang kita begitu bangga dengan istilah (lagi2 bagh!!!!)...."kontrak politik".....yang seolah2 para calon pemimpin bangsa ini hanya membvuat kontrak dengan segelintir konstituennya saja, dan itupun belum tentu terwujud, ahhhh....
Balik ke saya, sampai detik saya menulis note ini, saya belum punya pilihan apa dan siapa yang akan saya contreng...atow kah saya harus bangga dengan menjadi gol***t....
(hanya unek2 saya yang apatis...." Read More..
18 September 2008
Bumi Ini Milik Kami,Kuwariskan Untuk Mereka
bumi kami ini,seperti kalian saksikan,berisi manusia2 muda yg berkerumus dg ide2nya,mengaliri setiap jengkal sungainya dg cinta.
aku ingin menyaksikan saat kalian dg aku sbagai bagiannya memutar lingkaran roda revolusi dengan impian akan bermuara pd perbaikan jantra hidup.kesejahteraan n kedamaian yg diidamkan pada bumi manusia ini. Read More..
02 September 2008
mensucikan bulan yg oenuh berkah
*to be continued....* Read More..
03 August 2008
memulai sesuatu (yang baru)
kehidupan yang berharap akan menjadi lebih baik dari yang terlewati
mengawali dengan perencanaan yang matang, barangkali itu idealnya
namun kadangs euatu yang tak terduga datang
kadang sesuatu yang sulit menghadang
tapi aku selalu yakinkan diri
bahwa hidup akan selalu beranjak baik
saat usaha kita berterus dan senantiasa berdoa
hidup memang tak akan semudah diraih
namun juga tak sesulit saat kita sabar
dan harapan itu selalu muncul
menjadi juru rawat sisa usiaku Read More..
07 May 2008
lingkungan...(lagi)
...........mau ga mau, mesti kita akui penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. pada dasarnya, alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. inilah yang disebut daya dukung lingkungan....
namun pencemaran yang timbul sebagai hasil aktifitas manusia sangatlah masal kuantitas maupun kualitas, hal ini membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi alam ke seperti semula. alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, CO2, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.
ada pameo yang bernyanyi, "kau yang memulai kau yang mengakhiri..."
ini sekiranya gambaran yang sesuai dengan konsekuensi yang mesti ditanggung manusia saat ini, manusia yang memulai segala pencemaran dan kerusakan yang ada dimuka bumi, hasilnya, manusia pula yang akan menuai "kenikmatan" dari menurunnya fungsi lingkungan ini.
terus, apa kita harus selalu diam menyikapi ini, sembari menyeruput kopi yang bercampur mercuri, menghirup udara pagi monoksida, berjemur dibawah "ketiak" ultraviolet.
Read More..