21 April 2009

Malam "Towong" Hajatan Negeri...

Malem ini, kalo orang di daerah Banyumas dan sekitarnya pasti tau "malam towong", malam sebelum hari H hajatan...perumpamaan itu barangkali yang tepat buat bilang klo malam ini adalah "malam towong"-nya Pemilu. Tepat, pesta demokrasi yang benar2 "pesta" dalam arti sesungguhnya, karena hajatan demokrasi ini benar2 telah menjadi komoditas yang luar biasa nilainya, ibarat "pesta" pernikahan yang begitu glamour.
Saya jujur bukan orang yang tertarik dengan Pemilu, bahkan kalo boleh dibilang "apatis", cuma saya juga tak pernah benar2 menutup mata. jadi entah unek2 ini akan dibaca orang atoe ga...sekedar tulisan sambil nunggu macet.

Beberapa hari lalu saya ikut diskusi dengan narasumber dari satu NGO pengamat korupsi paling top di negeri ini, dan EO-nya adalahi salah satu organnya UN, diskusi itu bertema "Corruption and Ellection". dua hal yang mau ga mau akan selalu saling terkait.

Korupsi, hal "najis" yang semua orang waras pasti bilang "jijik", meskipun barangkali kita, atau tepatnya saya, seringkali menyentuh "barang najis" itu, dalam level sekecil apapun.
Pemilihan Umum, nah ini dia yang seringkali menjadi jembatan bagi terwujudnya perbuatan najis korupsi tadi...saya liat bagai apa yang banyak orang bilang, lingkaran setan, biadab!!!!
Saat pemilu ini, terciptanya pijakan awal bagi rangkaian korupsi tadi, donasi2 yang diberikan bagi peserta Pemilu, baik Partai maupun kandidat legislatif, menjadi semacam down payment yang akan ditukar dengan lembaran2 "konsesi", "kontrak", "proyek" dan berbagai macam "imbalan" lain, tentunya yang akan didapat donatur saat partai/caleg yang disumbangya terpilih.
Saya memang belum bisa membuktikan hal itu benar2 terjadi (atau barangkali ada yang bisa bantu saya??), tapi itulah yang saya tangkap sejak saya "ngeh" dengan yang namanya berita dan peristiwa.
Donasi2 (tendensius) seperti tadi yang akan membuat birokrasi cenderung mudah dipolitisasi....bah!!!!
tentunya muasalnya dari konsesi dkk yang dijanjjikan tadi.

Kalo inget2 pelajaran sejarah dulu (kalo ga keliru), dalam teori tentang pembentukan negara dikenal adanya "du contract social", dimana masyarakat saling mengikatkan dirinya dalam perjanjian untuk mewujudkan cita2 bersama....
ga tau nyambung ga, tapi di negeri tercinta ini, politisi dan orang kita begitu bangga dengan istilah (lagi2 bagh!!!!)...."kontrak politik".....yang seolah2 para calon pemimpin bangsa ini hanya membvuat kontrak dengan segelintir konstituennya saja, dan itupun belum tentu terwujud, ahhhh....

Balik ke saya, sampai detik saya menulis note ini, saya belum punya pilihan apa dan siapa yang akan saya contreng...atow kah saya harus bangga dengan menjadi gol***t....

(hanya unek2 saya yang apatis...." Read More..

18 September 2008

Bumi Ini Milik Kami,Kuwariskan Untuk Mereka

aku,kamu,kalian...manusia muda,untuk pertama hal yang ingin ku tulis,adalah bahwa semestinya akan menjadi tusuk konde bagi rambut ibu pertiwi yang terberai,lalu merekatkannya dengan perasaan jiwa yg sama.
bumi kami ini,seperti kalian saksikan,berisi manusia2 muda yg berkerumus dg ide2nya,mengaliri setiap jengkal sungainya dg cinta.
aku ingin menyaksikan saat kalian dg aku sbagai bagiannya memutar lingkaran roda revolusi dengan impian akan bermuara pd perbaikan jantra hidup.kesejahteraan n kedamaian yg diidamkan pada bumi manusia ini. Read More..

02 September 2008

mensucikan bulan yg oenuh berkah

'2 hari sudah ini berjalan, 2 hari yg selalu menuntut untuk selalu belajar memaknai setiap sisi dan jengkal kehidupan.
*to be continued....* Read More..

03 August 2008

memulai sesuatu (yang baru)

aku selalu ingin memulai hidup yang baru dari detik ini juga
kehidupan yang berharap akan menjadi lebih baik dari yang terlewati

mengawali dengan perencanaan yang matang, barangkali itu idealnya
namun kadangs euatu yang tak terduga datang
kadang sesuatu yang sulit menghadang


tapi aku selalu yakinkan diri
bahwa hidup akan selalu beranjak baik
saat usaha kita berterus dan senantiasa berdoa
hidup memang tak akan semudah diraih
namun juga tak sesulit saat kita sabar

dan harapan itu selalu muncul
menjadi juru rawat sisa usiaku Read More..

07 May 2008

lingkungan...(lagi)

...........mau ga mau, mesti kita akui penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. pada dasarnya, alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. inilah yang disebut daya dukung lingkungan....

namun pencemaran yang timbul sebagai hasil aktifitas manusia sangatlah masal kuantitas maupun kualitas, hal ini membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi alam ke seperti semula. alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, CO2, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

ada pameo yang bernyanyi, "kau yang memulai kau yang mengakhiri..."

ini sekiranya gambaran yang sesuai dengan konsekuensi yang mesti ditanggung manusia saat ini, manusia yang memulai segala pencemaran dan kerusakan yang ada dimuka bumi, hasilnya, manusia pula yang akan menuai "kenikmatan" dari menurunnya fungsi lingkungan ini.

terus, apa kita harus selalu diam menyikapi ini, sembari menyeruput kopi yang bercampur mercuri, menghirup udara pagi monoksida, berjemur dibawah "ketiak" ultraviolet.

Read More..

Search Box