06 May 2008

Untuk sang malam (re-posting)

Dibalik Pintu

Dia sembunyi dibalik pintu
pada kemuraman yang diciptakannya sendiri
menghilang dibalik kepenatan duniawi
Dia telungkup diatas sejadah lusuh
merapal rintihan-rintihan pelan
jiwanya memberontak ingin segera keluar

Lalu menyeruak dengan nafas baru
yang meski tinggal sepenggalan terus akan dipacunya
meninggalkan kenangan demi kenangan kenikmatan masa silam
Dimasukinya pintu yang terbuka setengah
seakan enggan menerima jiwa yang tulus berbalut kepedihan
menanggalkan kesempurnaan

Kemudian pintu tertutup mengubur dalam-dalam mimpi itu.

(minggu dini hari, 6 agustus 06)
September 23, 2006

No comments:

Post a Comment

Search Box